Anda berada disini
Beranda > Faedah > Naskah Islah Asatidz Salafiyyin

Naskah Islah Asatidz Salafiyyin

Allah Ta’ala berfirman :

قُلۡ بِفَضۡلِ ٱللَّهِ فَبِذَٰلِكَ فَلۡيَفۡرَحُواْ هُوَ خَيۡرٞ مِّمَّا يَجۡمَعُونَ ٥٨

  1. Katakanlah: “Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan”

Diantara rahmat Allah yang terbesar kepada kaum muslimin adalah persatuan dan persaudaraan. Allah Taala berfirman:

ۚ وَٱذۡكُرُواْ نِعۡمَتَ ٱللَّهِ عَلَيۡكُمۡ إِذۡ كُنتُمۡ أَعۡدَآءٗ فَأَلَّفَ بَيۡنَ قُلُوبِكُمۡ فَأَصۡبَحۡتُم بِنِعۡمَتِهِۦٓ إِخۡوَٰنٗا … ١٠٣

  1. Dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara…

Meski demikian, tabiat dan sifat manusia menjadikan mereka terkadang lupa dan berpaling dari nikmat yang besar ini. Karena itulah Allah mensyariatkan Ishlah, yaitu mendamaikan antara sesama kaum muslimin, dalam rangka mengembalikan nikmat yng besar ini,nikmat persatuan dan persaudaraan. Ia berfirman:

إِنَّمَا ٱلۡمُؤۡمِنُونَ إِخۡوَةٞ فَأَصۡلِحُواْ بَيۡنَ أَخَوَيۡكُمۡۚ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمۡ تُرۡحَمُونَ ١٠

  1. Sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat,

Maka sebuah Sulh (perdamaian) diantara kaum muslimin adalah nikmat yang tak kalah besarnya dengan nikmat persatuan itu sendiri. Dimana ia mengembalikan manusia yang sebelumnya saling bermusuhan, untuk kembali bersaudara.

 

Dan sungguh merupakan sebuah karunia Allah kepada ummat islam, secara khusus salafiyyin Indonesia, adalah terlaksananya Sulh antara Al Ustadz Dzul Akmal hafidzhahullah dan para asatidz yang bersamanya, dengan Al Ustadz Luqman Ba’abduh hafidzahullah dan para asatidz yang bersamanya, semoga Allah senantiasa menjaga mereka semua diatas Al Haq.

Maka pertama-tama, kita bersyukur kepada Allah atas terjadinya Sulh ini. Seandainya bukan karena takdir dan rahmatnya tentulah takkan terjadi.

Berikutnya kita juga berterima kasih kepada seluruh yang memiliki andil dalam Sulh ini, terutama para masyayikh, Syaikh Rabi’ bin Hadi Al Madkhali, Syaikh Ruzaiq al Qurasyi, Syaikh Muhammad bin Hadi al Madkhali, Syaikh Umar bin Rabi’ (anak As Syaikh Rabi’). Juga seluruh jajaran Asatidz yang hadir, baik yang bersama Ust Dzul Akmal, maupun bersama Ust Luqman hafidzahumallah, serta orang orang lain yang tak mungkin disebutkan satu persatu.

Terkhusus kita berterima kasih kepada As Syaikh Muhammad bin Hadi al Madkhali, atas kesediaan beliau menulis point point penting dari Sulh tersebut, agar menjadi rujukan manifestasi Sulh tersebut selanjutnya.

Dibawah ini kami akan bawakan  foto dari naskah asli tulisan tangan beliau serta terjemahan resmi dari asatidzah* :

 

tes

_____________________________________________________
Catatan : Rilis audio nya sedang dalam proses rilis di kalangan asatidzah.

Top
Shares